Pages

Jangan Pernah Tinggalkan Shalat



Shalat merupakan rukun Islam kedua. Dengannya tegak keimanan seorang hamba.

A. Waspadai Batas Kekafiran.

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda,
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada sesembahan yang hak selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat...” (HR. Al-Bukhari: 75, Muslim: 21)

Bahkan dipertegas dengan sabda beliau shallallahu'alaihi wasallam,

“(Pembatas) antara seorang muslim dengan kesyirikan serta kekafiran yaitu meninggalkan shalat...” (HR Muslim: 257)

B. Lebih Besar Dari Zina.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
“Meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang terbesar, melebihi besarnya dosa membunuh, merampas harta, berzina, mencuri, dan minuman keras...” (Kitabush Shalat)

Mengapa sampai meninggalkan shalat...?

Bukankah si sakit boleh shalat sambil berbaring..

Seorang musafir dapat menjamak dan atau qashar shalatnya...

Serta keringanan-keringanan dari Allah lainnya...

Apalagi kita yang tiada halangan dalam menegakkan shalat.

Maka, jangan pernah meninggalkan shalat..

“Ya Rosulullah! Wasiatilah aku!”



               Ibnu_Mukhtar

Segala puji hanya milik Allah, sholawat dan salam untuk Rosulullah, istri-istri dan keluarganya, para sahabatnya, dan umatnya yang selalu setia dengan Islam dan sunnahnya sampai akhir zaman.

Saudaraku seislam yang saya muliakan, semoga Allah memberikan  kefahaman dan manfaat dari hadits Nabi kita berikut :

Dari Abu Dzar –rodhiyallahu ‘anhu-, ia berkata : Aku berkata : “Ya Rosulullah! Wasiatilah aku!” Beliau bersabda :

“Jika kamu melakukan amalan yang buruk, maka iringilah ia dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapusnya.”

Abu Dzar melanjutkan; ‘Aku berkata, ‘Ya Rosulullah! Apakah ucapan Laa ilaaha illallah itu termasuk amalan kebaikan?’. Beliau bersabda :

“Kalimat itu adalah amalan kebaikan yang paling utama.”

[HR. Ahmad ~rohimahullah~dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani ~rohimahullah~ dalam Shohiihut Targhib wat Tarhiib 3/126 no. 3162]

Hadits yang mulia ini memberikan kepada kita banyak pelajaran yang berharga. Di antaranya :

1. Meminta wasiat untuk melakukan amalan kebaikan yang mendatangkan ganjaran di sisi Allah termasuk perkara yang dilakukan para sahabat.   

2. Keutamaan bersegera melakukan amalan kebaikan. Ia akan menghapus keburukan yang telah dilakukan.   

3. Keutamaan kalimat Laa ilaaha illallah sebagai amalan kebaikan bahkan ia adalah amalan kebaikan yang paling utama.   

Semoga bermanfaat untuk kita semua,

Jangan Kau Nodai Silaturrahimmu



Nabi Muhammad   سلم و عليه الله صلى  bersabda:

“Siapa yang menginginkan rizkinya dilapangkan, dan umurnya dipanjangkan, maka sambunglah tali silaturrahim”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Banyak keutamaan yang akan kita peroleh tatkala kita menyambung tali silaturrahim, yang diantaranya adalah:

- Silaturrahim adalah syiar keimanan kepada Allah Ta'ala dan Hari Akhir, Rasulullah   سلم و عليه الله صلى  bersabda

     "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia menyambung tali silaturrahimnya." (HR. al-Bukhari).

- Silaturrahim merupakan sebab yang besar yang dapat memasukan kedalam surga, sebagaimana jawaban Rasulullah سلم و عليه الله صلى  ketika ada yang bertanya amalan yang dapat memasukan kedalam surga, beliau سلم و عليه الله صلى  menjawab, engkau menyembah Allah dah tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturrahim. (HR. al-Bukhari dan Muslim).

- Silaturrahim adalah ketaatan kepada Allah Ta'ala, karena Allah Ta'ala memerintahkan kita untuk menyambungnya.
Namunpun demikian, janganlah dengan alasan silaturrahim kita meremehkan dan menganggap sepele masalah ikhtilat (bercampur baur) laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya,
Serta jabat tangan terlebih cipika-cipiki dengan lain jenis, atau menampakkan auratmu pada selain mahrommu, karena hal itu terlarang, Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Kepala salah seorang diantara kalian ditusuk dengan jarum besi lebih baik baginya ketimbang menyentuh wanita yang tidak halal baginya (bukan mahromnya). HR. ath-Thabrani, al-Baihaqi. Lihat shahih al-Jami:5045.

Sekali lagi, jangan kau rusak dan nodai silaturrahim yang banyak keutamaannya dengan sesuatu yang dilarang syari'at.

Jaga Nilai Puasa Kita



Berpuasa tak sekedar menahan dahaga..
Ucapan dan perbuatan pun harus dijaga...

A. Jadi Sia-Sia.

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda;
 “Barangsiapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan amalannya, maka Allah tidak membutuhkan dari (puasa)nya saat dia meninggalkan makan dan minum...” (HR. Bukhari: 1903, Abu Daud: 2362, Tirmidzi: 707)

B. Jangan Teriak-Teriak.
Dalam hadits Qudsi Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda,
“Allah Ta'ala berfirman,
“...apabila salah seorang di antara kalian tengah berpuasa, maka janganlah ia berbuat kotor, atau berteriak-teriak..." (HR. Bukhari: 1904, Muslim: 2697)

Saat cuaca terasa panas, tak usah kita mengeluh..

Kala haus dahaga menghinggapi jiwa, bayangkan kaum miskin papa yang setiap harinya merasakan hal serupa...

Agar puasa, menggugah jiwa sosial kita...

Mutiara Sunnah Tujuh Perintah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam

Sahabat yang mulia, Abu Dzar radhiyallahu'anhu berkata,
"Kecintaanku (Rasulullah) shallallahu'alaihi wa sallam memerintahkan tujuh perkara kepadaku”

1. Beliau memerintahkan aku untuk mencintai orang-orang miskin dan mendekat kepada mereka.

2. Dan beliau memerintahkan aku untuk melihat kepada yang lebih rendah dariku (dalam perkara duniawi) dan tidak melihat kepada yang lebih tinggi dariku.

3. Dan beliau memerintahkan aku untuk menyambung kekerabatan meskipun mereka berlaku kasar kepadaku.

4. Dan beliau memerintahkan aku untuk tidak meminta-minta apa pun kepada seorang pun.

5. Dan beliau memerintahkan aku untuk mengatakan yang benar meskipun pahit.

6. Dan beliau memerintahkan aku untuk tidak takut terhadap celaan orang yang mencela di jalan Allah.

7. Dan beliau memerintahkan aku untuk memperbanyak dzikir:

                  بِاللَّهِ إِلاَّ قُوَّةَ وَلاَ حَوْلَ لاَ

"Laa haula wa laa quwwata illaa biLlaah" (tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah), karena ia termasuk simpanan di bawah 'Arsy (dalam riwayat yang lain: karena ia termasuk simpanan di surga)."

[HR. Ahmad, Ash-Shahihah: 2166]